Photos of John F. Kennedy

Juli 1969, astronot Neil Armstrong menjadi manusia pertama yang melangkah di Bulan. Seorang pria kelahiran Ohio itu tiba di Bulan menggunakan Apollo 11. Jejak kaki Armstrong di Bulan menandakan kemajuan Amerika Serikat di dunia teknologi. Namun, keberhasilan Armstrong tak terlepas dari cita-cita seorang presiden.

Tujuh tahun sebelum Armstrong tiba ke Bulan, Presiden John F. Kennedy berjanji akan membawa manusia ke Bulan. Cita-cita itu ia ungkap dalam pidatonya di Texas. Presiden Kennedy terinspirasi untuk pergi ke Bulan setelah ada pendaki yang menakukan puncak tertinggi Gunung Everest pada 1953, serta keberhasilan pesawat AS untuk  menyeberangi Samudera Atlantik pada 1927.

Kami memilih untuk pergi ke bulan dalam decade ini dan melakukan hal lain, bukan karena itu mudah dilakukan, tetapi karena itu sulit. Karena capaian itu akan menjadi patokan ukuran pemanfaatan sumberdaya dan keahlian terbaik kita karena tantangan itu adalah satu yang harus kami terima, yang tidak ingin kami tunda dan yang ingin kami menangkan, demikian pula hal lainnya.

Bahwa kami akan mengirim ke bulan, 240.000 mil jauhnya dari stasiun control di Houston. Sebuah roket raksasa yang tingginya 90 meter lebih Panjang, dari sisi memanjang lapangan sepak bola ini, terbuat dari paduan logam baru yang mana, beberapa di antaranya belum ditemukan, lebih kuat beberapa kali lipat dalam menahan panas tekanan disbanding material yang pernah ada. Dirakit dengan presisi yang lebih baik daripada jam tangan terbaik, membawa semua peralatan yang hal dibutuhkan untuk pengendali, komunikasi, makanan dan kebutuhan untuk bertahan hidup pada misi yang belum dicoba sebelumnya, ke luar angkasa yang tidak diketahui, lalu mengembalikannya dengan selamat ke bumi, memasuki Kembali atmosfer dengan kecepatan lebih dari 25.000 mil per jam, menyebabkan panas sekitar setengah dari suhu matahari hampir sama panasnya dengan panas siang ini dan melakukan semua ini, dan melakukannya dengan benar, dan melakukannya sebelum decade ini berakhir untuk itu kita harus berani